Filsafat Matematika
Pengarang : Abdul Halim Fathani
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Tahun terbit : 2009
Tebal halaman : 280
halaman
Buku ini membicarakan tentang
matematika yang merupakan hal yang tidak pernah kunjung selesai untuk dibahas.
Mengapa ? karena kajian matematika sangatlah luas, sehingga masing-masing ahli
dalam bidangnya bebas mengemukakan pendapat berdasarkan sudut pandang dan
pemahamannya masing-masing, sehingga jika kita membicarakan matematika tidak
akan pernah selesai untuk dikupas secara tuntas. Untuk lebih memperjelas
pemahaman kita, topik-topik yang dijadikan dalam objek kajian matematika secara
umum, antara lain kuantitas, perubahan, struktur, ruang, matematika diskrit,
matematika terapan, konjektur dan teori-teori yang terkenal, teori dan
konjektur penting, dasar dan metode, sejarah dunia para matematikawan, kejadian
kebetulan matematika, matematika dan bidang lainnya, serta peralatan
matematika. Setelah kita tahu topik-topik apa saja yang berada dalam
matematika, kita dapat membayangkan bab-bab apa saja yang berada dalam
topik-topik tersebut.
Dalam perkembangan
matematika, terdapat tiga aliran besar menurut Sumardyono (2004), antara lain :
1. Aliran Formalisme
Matematika itu sesungguhnya dikembangkan melalui
suatu sistem aksioma (suatu kesepakatan yang amat mendasar yang tidak perlu
dibuktikan kebenarannya).
2. Aliran Logikalisme
Matematika dapat diturunkan dari prinsip-prinsip
logika. Orang-orang yang tergolong berpikir secara logikalisme, biasanya sulit
untuk memahami atau menerima kebenaran-kebenaran matematika yang kelihatannya
sulit diterima dengan akal sehat atau tidak logis.
3. Aliran intuisionisme
Matematika berasal dan berkembang di dalam pikiran
manusia. Ketepatan dalil-dalil matematika tidak terletak pada symbol-simbol di
atas kertas, tetapi terletak dalam akal pikiran manusia. Hukum-hukum matematika
tidak ditemukan melalui pengamatan terhadap alam, tetapi mereka ditemukan dalam
pikiran manusia.
Bagaimana dengan salah satu contoh uraian diatas,
sangat informatif bukan ? dengan membaca buku ini, sudah dapat dipastikan akan
menambah pengetahuan pada pembaca. Selain itu, pilihan kata yang digunakan juga
mudah dipahami, sehingga maksud dari setiap bab dapat tersampaikan dengan jelas.
Sayangnya dalam buku ini tidak disertai dengan gambar, sehingga dalam
seringkali pembaca merasa jenuh. Tapi yang perlu dipastikan, bahwa rasa jenuh
itu akan pudar apabila kita memang sudah meniatkan dalam hati untuk menambah
ilmu pengetahuan kita masing-masing.

Komentar
Posting Komentar